🦙 Arti Kata Secara Mufradat Berarti Mengartikan Suatu Ayat Menurut
Senin 13 Juli 2009. A. Pendahuluan. Pernikahan adalah ajaran Islam yang pokok yang ditegaskan sebagai sunnah Rasul, yang mana barangsiapa menolaknya maka dia tidak termasuk golongan Rasul. Tujuan Islam mensyari'atkan pernikahan, antara lain, adalah agar pasangan suami isteri dapat hidup tenang dalam cinta dan kasih sayang.
Q "Jika semua takdir Tuhan, apakah bunuh diri juga termasuk?Iya, ya karena ada kata "Jika".. Kalau "tidak ada kata 'Jika'" maka saya bisa bilang (pernyataan yang ada di) pertanyaan ini salah. Karena itu, saya bisa jawab tidak.. Anda tahu seseorang akan 100% mati berbeda dengan Anda membunuh seseorang itu. Terus kenapa Anda tidak menolongnya?
Penjelasankosa kata (syarh al-mufradat), setelah menyebutkan satu, dua, atau sekelompok ayat, Al Maraghi melanjutkannya dengan menjelaskan beberapa kata yang sulit untuk difahami menurut ukurannya. Dengan demikian, tidak semua kosa kata dalam sebuah ayat dijelaskan melainkan dipilih beberapa kata yang bersifat konotatif atau sulit difahami
MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ikhlas berarti bersih hati, tulus hati. Dalam hal hubungan sesama manusia, ikhlas adalah memberi pertolongan dengan ketulusan hati. Sementara itu
tentangyayasan yatim/ panti asuhan secara etimologi, panti berarti suatu nama dari sebuag organisasi, sedangkan ditinjau dari realita yang berlaku di Indonesia panti yatim adalah sebuah organisasi yang mewadahi dan menangani anak-anak 34Tim penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, kamus besar bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
BacaJuga: Inilah 8 Penyebab Gangguan Kepribadian Menurut Imam Al Ghazali. Dalam kitab Mu’jam Maqayis al-Lughah, kata al-hiwar berasal dari akar kata yang terdiri dari huruf ha-wa-ra yang memiliki tiga makna dasar, yaitu kembali, warna, dan berputar. Sedangkan Ibn Manzur dalam kitab Lisan al-‘Arab, menyebutkan kata al-hawur yang berarti
Pengertianmuamalah menurut istilah syariat Islam ialah suatu kegiatan yang mengatur hala-hal yang berhubungan dengan tata cara hidup sesama umat manusia untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Sedangkan yang termasuk dalam kegiatan muamalah diantaranya adalah jual beli, sewa menyewa utang piutang, pinjam meminjam dan lain sebagainya.
Munasabahmempunyai arti saling berdekatan dan berdampingan (المقاربة والمشا كله) Munasabah dapat disebut juga relasi al-Qur'an antar ayat maupun antar surat dalam al-Qur'an. Ilmu ini sangat penting, karena untuk membantu memahami makna al-Qur'an yang memiliki karakter khas, agar dapat diketahui makna teks dan kontekstualitas
demikian secara definisi bahasa kata tafsir berfungsi sebagai menunjukkan maksud (menjelaskan, mengungkap, menerangkan) suatu masalah yang masih samar dan belum jelas. Berdasarkan definisi diatas dapat dipahami bahwa suatu kata tidak dapat 2 Tim Penyusun, Ensiklopedia al-Qur’an: Kajian Kosa Kata, Ed. Shihabuddin, (Jakarta:
sQji. Mufrodat atau kosa kata merupakan salah satu unsur pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin mahir dalam berbahasa Arab. Karena penguasaan mufrodat adalah suatu hal yang utama untuk dipelajari sebagai syarat mahir dalam berbahasa. Perbendaharaan mufrodat bahasa Arab yang memadai akan dapat menunjang seseorang dalam berkomunikasi dan menulis dengan bahasa tersebut. Artinya, bahwa berkomunikasi dan menulis dengan bahasa Arab tidak dapat tidak, harus didukung oleh penguasaan kosa kata yang kaya, produktif dan aktual. Apa itu mufrodat? Bagaimana contoh dan penjelasannya dalam bahasa Arab. Selengkapnya akan dibahas melalui tulisan berikut Mufrodat Bahasa ArabKosakata dalam bahasa Arab disebut dengan mufrodat. Kata mufrodaat مفردات adalah bentuk jamak plural dari mufrodat مفردة, artinya kata-kata, kosakata, ungkapan, istilah, atau peristilahan. Dalam kamus Al-Munawir penyebutan al-mufrodat المفردات memiliki makna yang selaras dengan kata al-kalimat الكلمات.Kosakata mufrodat bisa juga diartikan sebagai kata yang telah digunakan dalam membangun kalimat, sehingga mempunyai arti dan makna tertentu. Contohnya seperti مكتب red dibaca maktab. Kata tersebut mempunyai makna banyak dan belum jelas, di antaranya; meja tulis, kantor, bagian, biro, sekolah, desk, dan masih banyak lagi. Tetapi jika kata مكتب disusun dalam kalimat الكِتَابُ عَلَى المَكْتَبِ, maka ia di sini memiliki arti meja demikian, pengertian mufrodat adalah kata terapan atau kata dalam konteks kalimat sehingga mempunyai makna kontekstual, sedangkan kata yang maknanya masih belum tertentu maka disebut makna mu'jamiyah arti kamus. Abdul Hamid menjelaskan bahwa mufrodat bahasa Arab adalah kata yang terdiri dari dua suku kata atau lebih dan mempunyai bahasa Inggris mufrodat diistilahkan dengan kata vocalubary, yaitu himpunan kata atau khazanah kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Ada juga yang mengartikan bahwa mufrodat adalah himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut dan kemungkinan akan digunakannya untuk menyusun kalimat baru. Sedangkan menurut Horn, mufrodat kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah ahli bahasa, mufradat kosakata adalah salah satu komponen bahasa Arab yang paling penting, sedangkan komponen kedua adalah membaca untuk memahami. Karena mufrodat merupakan bagian utama dalam penerapan pembelajaran bahasa Arab. Alasannya adalah hakikat bahasa Arab hanyalah kumpulan kosa kata yang memberi makna kepada pihak lain, begitu juga dengan bahasa-bahasa kosakata atau mufrodat adalah asas dalam pembelajaran bahasa Arab dan merupakan syarat utama untuk mahir berbahasa Arab. Karena kualitas seseorang dalam berbahasa akan sangat tergantung pada perbendaharaan mufrodat yang dimilikinya. Meskipun demikian, namun juga harus didukung dengan kemampuan atau pemahaman ilmu nahwu shorof. Artinya, untuk memiliki kemahiran berbahasa tidak cukup hanya dengan menghafal sekian banyak mufrodat bahasa Arab MufrodatUmi Hijriyyah 2008 25-27 berdasarkan fungsinya, mufrodat bahasa Arab dapat dibedakan menjadi dua macam, yaituMufrodat mu’jamiyah, yaitu kosakata yang memiliki makna dalam kamus. Contohnya seperti بيت rumah, tempat tinggal, apartemen, kediaman, domisili, dan قلم pena, alat tulis, garis panjang, coretan.Mufrodat wadzhifiyah, yaitu kosakata dengan fungsi tertentu. Seperti huruf jar, isim maushul, isim isyarah, isim dhamir, dan lain dua macam mufrodat di atas, penting diketahui bahwa di antara mufrodat mu’jamiyah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaituTerdapat beberapa kosa kata yang mempunyai kemiripan makna, seperti شاهد, نظر, dan رأى melihat, memandang, menyaksikan.Terdapat beberapa kata dengan makna denotatif yang sama, tetapi mengandung makna konotatif yang berbeda. Contohnya kata مات dan توفي yang dapat diartikan; meninggal, tewas, mati, wafat, atau yang sama tetapi mempunyai makna yang berbeda, seperti فصل yang dapat berarti; bab, pasal, babak, musim, atau MufrodatRusydy A. Tha’imah dalam “Al-Marja' fi Ta'lim al-Lughah al-Arabiyyah li al-Nathiqin bi Lughatin Ukhra” mengklasifikasikan mufrodat menjadi empat jenis, dan masing-masing terbagi lagi sesuai dengan fungsinya. Empat jenis mufradat yang dimaksud adalah sebagaimana mufrodat dalam konteks kemahiran kebahasaanKosakata untuk memahami baik bahasa lisan maupun untuk berbicara baik pembicaraan informal maupun untuk menulis baik penulisan informal seperti catatan harian, agenda harian dan lain-lain dan juga formal, misalnya penulisan buku, majalah, surat kabar dan potensial, yang terdiri dari kosakata konteks yang dapat diinterpretasikan sesuai dengan konteks pembahasan, dan kosakata analisis yang dapat dianalisa berdasarkan karakteristik derivasi kata untuk selanjutnya dipersempit atau diperluas mufrodat menurut maknanyaKata-kata inti, adalah kosakata dasar yang membentuk sebuah tulisan menjadi valid, misalnya isim kata benda, fi’il kata kerja, dan fungsi, yaitu kata yang mengikat dan menyatukan kosakata dan kalimat. Contohnya huruf jar, perabot istifham, dan lain gabungan, adalah kosakata yang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi selalu dipadukan dengan kata-kata lain sehingga membentuk arti yang berbeda-beda. Contohnya kata رغب فى... menyukai, رغب عن membenci.Pembagian mufrodat berdasarkan karakteristik kataKata-kata tugas, yaitu kata yang digunakan untuk menunjukkan inti khusus, adalah kumpulan kata yang dapat mengalihkan arti kepada yang mufrodat menurut penggunaannyaKosakata aktif ma’lum, yakni kosakata yang umumnya banyak digunakan dalam berbagai wacana, baik pembicaraan, tulisan atau bahkan banyak didengar dan diketahui lewat berbagai pasif majhul, yaitu kosakata yang hanya menjadi perbendaharaan kata seseorang namun jarang ia gunakan. Kosakata ini diketahui lewat buku-buku cetak yang biasa menjadi rujukan dalam penulisan makalah atau karya Mufrodat dan ArtinyaSebagai penutup dari pembahasan mufrodat bahasa Arab ini. Perhatikan beberapa contoh mufrodat untuk kata benda dan kata kerja berikut yang biasa kita jumpai dalam kehidupan Contoh mufrodat kata benda Mufrodat Artinya حَجَرٌ Batu ثَوْبٌ Baju شَجَرَةٌ Pohon وَلَدٌ Anak laki-laki بَابٌ Pintu أُسْتَاذٌ Ustadz دَجَاجَةٌ Ayam betina بَقَرَةٌ Sapi betina طَالِبٌ Pelajar أَبٌ Bapak بِنْتٌ Anak perempuan أُمٌّ Ibu سَاعَةٌ Jam زَهْرَةٌ Bunga جِدَارٌ Tembok 2. Contoh mufrodat kata kerja Mufrodat Artinya ذَهَبَ Sudah pergi غَسَلَ Sudah mencuci حَمَلَ Telah membawa أَخَذَ Telah mengambil يَأْكُلُ Sedang makan يَشْرَبُ Sedang minum يَجْلِسُ Akan duduk أُنْصُرْ Tolonglah ! إِضْرِبْ Pukullah ! ضَعْ Letakkanlah ! Open donation Kami membuka donasi bagi siapapun yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk pengembangan situs web ini melalui laman; support kami
ا صا ashnâm, adalah bentuk jamak dari kata ّ ص şanam, yaitu sesuatu yang dipahat dari kayu, dan dibentuk dari emas atau logam. Disebutkan dalam hadits bahwasannya aşnâm dan şanam yaitu sesuatu yang dijadikan sembahan selain Allah. Begitu pula diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Ibn Arabi bahwasannya ّ ص şanam yaitu gambar yang Dalam bahasa arab, terdapat sinonim kata ّ ص şanam yaitu ث waśan . Kata ّ ص şanam diartikan sesuatu yang berwujud atau berbentuk, sedangkan ث waśan diartikan sebagai sesuatu yang tidak berbentuk dan tidak berwujud. Sama halnya dengan pendapat Ibnu Arafah mengartikan ث waśan sesuatu yang dijadikan sesembahan yang tidak berbentuk sedangkan ّ ص şanam itu yang berbentuk. Ada juga yang berbeda dalam mengartikan kata ّ ص şanam dan ث waśan. Kata ث waśan diartikan sebagai sesuatu yang berwujud dari kayu, atau batu, atau emas yang dipahat dan disembah, sedangkan ّ ص şanam tidak berbentuk. Terlepas dari perbedaan itu semua, kata yang sering digunakan yaitu kata ّ صşanam. لاء Âlihah yaitu segala sesuatu yang Bahkan ada yang berpendapat Matahari kadang disebut ilâh, karena ia disembah oleh orang-orang musyrik. Demikian pula dengan benda-benda lain yang menjadi ilâh apabila disembah oleh manusia. Âlihah merupakan bentuk jamak dari kata ilâh, menurut Ibnu Atsîr, lafadz ilâh berasal dari kata aliha-ya` Kata ilâh sendiri merupakan bentuk maşdar dari kata kerja alaha yang berarti menyembah atau heran. Walaupun ilah berbentuk maşdar, namun ia mengandung arti ism maf’ûl, 1Ibnu Manťûr, Lisânul Arabi, Beirut Dar Sader, 1997, Cet. I, h. 79 2Ibrâhîm Muşţafa, Mu’jam Al-Wasîţ, Kairo Dar Ad-Da’wa, , h. 25 sehingga ilâh diartikan sebagai yang disembah atau yang diherankan. Disebut ilâh karena ia disembah, atau karena ia menimbulkan keheranan pada akal Demikian pula para ulama mengartikan Ilâh dengan yang disembah dengan menegaskan bahwa Ilâh adalah segala sesuatu yang disembah, baik penyembahan itu tidak dibenarkan oleh agama Islam; seperti terhadap matahari, bintang, bulan, manusia, atau berhala; maupun yang dibenarkan dan diperintahkan oleh Islam, yakni Dzat yang wajib wujud-Nya, Allah swt. Karena itu, jika seorang Muslim mengucapka Lâ Ilâha Illâ Allâh maka dia telah menafikan segala tuhan, kecuali Tuhan yang nama-Nya “Allah”.5 Selain diartikan sebagai sembahan, ada juga yang mengartikan bahwa ilâh itu mengherankan atau menakjubkan, karena segala perbuatan ciptaan-Nya menakjubkan atau apabila dibahas hakikat-Nya, akan mengherankan akibat ketidak tahuan makhluk tentang hakikat Dzat Yang Maha Agung itu. Apapun yang terlintas di dalam benak menyangkut Dzat Allah, maka Allah tidak demikian. Itu sebabnya ditemukan riwayat yang menyatakan, “Berpikirlah tentang makhluk-makhluk Allah, dan jangan berpikir tentang Dzat-Nya.”6 ي م لاض đalâlim mubîn kata đalâl berasal dari kata đalla - yađillu - đalâl wa đalâlatan لاض لاض ط لضي ط لض. Kata ini terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf-huruf đâ’ ءاض, lâm ا, dan lâm ا – tasydid huruf lâm – yang menurut bahasa bermakna kehilangan jalan’, bingung’, atau tidak mengetahui arah’. Di dalam konteks immaterial, kata đalla لض diartikan sebagai sesat dari jalan kebajikan’, meninggalkan jalan kebenara’, atau menyimpang dari tuntunan agama’, atau lawan kata dari kata petunjuk’. Mufasir wanita. Aisyah bintu Asy-Syati’ merumuskan makna kata đalla لض sebagai setiap tindakan atau ucapan yang tidak menyentuh kepada kebenaran’.7 Kata đalâl dalam ayat ini disifati dengan kata mubîn, kata mubîn ini merupakan bentuk ism fâ’il dari abâna – yubînu – Ibânatan ابإ - ي ي ط ابأ, 4Ahsin W. al-Hafiż, Kamus Ilmu Al-Qur’an, Jakarta Amzah, 2006, Cet. II, h. 20 5M. Quraish Shihab, dkk, Ensiklopedia Al-Qur’an; Kajian Kosakata, Jakarta Lentera Hati, 2007, h. 77 6Ibid., h. 76 turunan huruf ba’, ya’ dan nûn, memiliki dua makna denotasi, yaitu jarak’ dan tersingkap’. Dari makna yang pertama, jarak’, lahir bentuk lain, seperti bain يب – pemisah, antara karena merupakan batas yang jelas antara dua hal atau tempat. Dari makna yang kedua, tersingkap’, berkembang menjadi, antara lain menjelaskan’ karena menyingkap hal sesuatu; fasih’ ucapannya karena lebih jelas pengungkapannya, sehingga maksud tersingkap dengan jelas pula; bayân ايب - penjelasan karena hal menyingkapkan makna yang masih Secara umum, kata mubîn di dalam al-Qur’an digunakan sebagai sifat keadaan, baik yang menunjukkan sesuatu yang baik maupun sesuatu yang jelek. Dalam ayat ini, kalimat ي م لاض menunjukkan kepada keadaan yang tidak baik, yaitu menjelaskan tentang kesesatan bapak dan kaum Nabi Ibrâhim as. yang menjadikan berhala sebagai tuhan mereka. ي ق لا al-mûqinîn adalah bentuk jamak dari mûqin, dan kata mûqin itu sendiri merupakan bentuk ism al-fâ’il لعافلا ّ ا = kata benda yang menunjukkan pelaku dari kata ayqana – yûqinu – îqânan – mûqin ق م- ا اقياط ق يط قيا, dan kata mûqin terambil dari kata yaqîn. Kata yaqîn ini mengandung makna pengetahuan yang tidak disentuh dengan keraguan sedikit pun. Selain itu, yakin itu sendiri memiliki arti sebagai pengetahuan yang mantap tentang suatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu, baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Sebelum tiba keyakinannya, seseorang terlebih dahulu disentuh oleh keraguan, namun ketika seseorang itu sampai pada tahap yakin maka keraguan yang tadinya ada akan menjadi sirna. Karena itu, kaum mûqinîn disifati sebagai “orang-orang yang menemukan keyakinannya dalam dirinya, atau menemukan keimanannya dengan segenap indranya”.9 Yaqîn merupakan tingkatan ilmu yang lebih tinggi dari ma’rifah pengetahuan dan dirâyah pengetahuan. Oleh karena itu dikatakan - bukan ma’rifatul-yaqîn. Yaqîn ada tiga tingkat ilmul-yaqîn, ainul-yaqîn, dan 8Ibid., h. 1 yaqîn. Menurut orang-orang sufi, yaqîn ialah penglihatan mata kepala dengan kekuatan iman, tanpa dalil dan ىبر Rabbî, kata ىبر terbentuk dari dua kata yaitu rabb dan ya’ mutakallim wahdah sehingga kedudukannya menjadi iḍâfat yaitu terdiri dari muḍaf dan muḍaf ilaih. Kata rabb ر yang secara etimologis berati pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur yang menumbuhkan. Kata rabb biasa dipakai sebagai salah satu nama Tuhan karena Tuhanlah yang secara hakiki menjadi pemelihara, pendidik, pengasuh, pengatur dan yang menumbuhkan makhluk-Nya. Oleh sebab itu, kata tersebut biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kata Al-Maragi mengartikan lafadz Rabbi yaitu Pemilikku dan pengatur في ح hanîf biasa diartikan lurus atau cenderung kepada sesuatu. Kebalikan dari hânif adalah az-Zaig, artinya miring dari hak ke arah kebatilan, dari hidâyah kepada Dalam kitab tafsir jalalain, kata hanîf diartikan condong kepada agama yang ini pada mulanya digunakan untuk menggambarkan telapak kaki dan kemiringannya kepada telapak pasangannya. Yang kanan condong ke arah kiri, dan kiri condong ke arah kanan. Ini menjadikan manusia dapat berjalan lurus. Kelurusan itu, menjadikan si pejalan tidak mencong ke kiri, tidak pula ke kanan. Ajaran Nabi Ibrâhim as. adalah hanîf, tidak bengkok, tidak memihak kepada pandangan hidup yang hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tidak juga semata-mata mengarah kepada kebutuhan Kata hanîf itu sendiri berasal dari akar kata hanafa. Kata tersebut apabila didefiasikan dari kata kerjanya yaitu hanafa – yahnifu – hanîfan, artinya condong atau cenderung dan kata bendanya kecenderungan. Maksud kecenderungan disini yaitu kecenderungan kepada yang benar. 10M. Quraiş Şihab, dkk, Op. Cit., h. 1102 11Ibid., h. 801 12Ahmad Mustafa al-Maragi, TerjemahTafsir al-Maragi Terj. dari Tafsir al-Maragi oleh K. Anshori Umar Sitanggal, dkk, Semarang PT. Karya Toha Putra, 1992, cet. II, h. 288 13Ahsin W. al-Hafiż, Op. Cit., h. 95 14Syaikh Jalâluddin bin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli dan Syaikh Abdul ar-Rahman bin Abi Bakr as-Suyuţi, Tafsir Jalâlain, Haramain 2007, Cet. VI, h. 120 15Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah; Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Jakarta Lentera Hati, 2009, Cet. I, h. 517 M. Dawam Rahardjo mengutip pendapat Hadrat Mirza Nâshir Ahmad yang merujuk kepada beberapa sumber bahwa kata hanîf memiliki beberapa makna a. Orang yang meninggalkan atau menjauhi kesalahan dan mengarahkan dirinya kepada petunjuk; b. Orang yang secara terus menerus mengikuti kepercayaan yang benar tanpa keinginan untuk berpaling dari padanya; c. Seseorang yang cenderung menata perilakunya secara sempurna menurut Islam dan terus menerus mempertahankannya secara teguh; d. Seseorang yang mengikuti agama Ibrâhim as. ; dan e. Orang yang percaya kepada seluruh يكرشم Musyrikîn, kata musyrikîn merupakan bentuk jamak dari kata musyrik. Dan kata musyrik itu sendiri merupakan bentuk ism al-fâ’il لعافلا ّ ا = kata benda yang menunjukkan pelaku dari kata asyraka – yusyriku – isyrâk – musyrik رشم ط ارشإ ط رشي ط رشأ, dan perbuatannya disebut syirk رش. Secara bahasa, Ibnu Manťûr mengartikan kata syirk sebagai persekutuan dan bagian. Sementara al-Aşfahani mengartikan dengan percampuran dua hal atau lebih, baik secara substansi atau secara makna. Karena musyrik merupakan pelaku syirk maka secara bahasa kata itu berarti orang yang melakukan persekutuan/perserikatan atau membagi bagian tertentu. Adapun secara istilah, syirk berarti menjadikan sesuatu bersama Allah sebagai tuhan untuk bisa disembah. Sesuatu yang dimaksud bisa berbentuk benda hidup seperti binatang, pohon, atau benda mati seperti patung. Dengan kata lain, di dalam bentuk materi seperti matahari, bangunan, maupun immateri, yaitu ruh, jin, dan sebagainya. Dengan demikian, orang musyrik pada hakikatnya adalah orang yang mengingkari ke-Esaan Tuhan, apakah dari segala zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Pengingkaran terhadap tiga segi tersebut konsekuensinya membawa kepada pengingkaran terhadap kemahakuasaan Tuhan sebagai pencipta 16M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Al-Qur’an; Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci, Jakarta Paramadina, 2002, Cet. II, h. 62 dan pengendali alam semesta; namun, orang musyrik itu tidak mengingkari Allah sebagai
Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah –ta’ala-. Saya memiliki satu pertanyaan untuk Anda. Masih ingatkah kapan pertama kali Anda mengunjungi blog ini, dan artikel mana yang Anda baca? Silahkan tulis jawaban Anda di kolom komentar di bawah ini ya. Blog ini sudah lama dibangun dan alhamdulillah sampai saat ini ribuan orang berkunjung setiap harinya. Namun ada satu hal yang mengusik pikiran saya. Blog ini diberi judul Kamus Mufradat, tetapi saya belum pernah secara khusus menulis apa makna dari nama tersebut. Mungkin sebagian dari Anda ketika membuka dan membaca di blog ini bertanya, apa itu Mufradat? Jika Anda adalah pembaca setia blog ini, tentu maksud dari Mufradat bukanlah hal yang asing. Istilah ini sudah sering dipakai dan dijelaskan di sela-sela penulisan sebagian dan bahkan kebanyakan artikel yang ada di blog ini, walaupun tidak secara detail. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan pengertian Mufradat dan memberikan beberapa contoh ringan. Kalau arti kata 'Kamus' saya rasa semua orang sudah tahu, jadi tidak perlu dijelaskan lagi. Iya, tidak? Mufradat adalah istilah dalam bahasa Arab yang secara penulisan ditulis seperti ini مُفْرَدَاتٌ. Kata tersebut merupakan bentuk jamak/plural dari kata مُفْرَدَةٌ. Lalu apa arti mufradat’? Jika kita mencari di kamus Al Maany, kamus online yang sering saya gunakan saat belajar dan menulis di blog ini, dengan kata kunci مفردات akan tampil hasil seperti di bawah ini Ket Mufradat isim/kata benda o Jamak dari مُفْرَدَةٌ o مَفْرَدَاتُ اللُّغَةِ Semua kalimat yang ada di dalam bahasa Arab. Adapun jika Anda mencarinya menggunakan kata kunci مفرد, maka hasil yang muncul adalah di bawah ini Ket o مَفْرَدَاتُ اللُّغَةِ Lafazh-lafazh dan kata-kata bahasa Arab. Kata مُفْرَدَةٌ adalah bentuk Muannats dari kata مُفْرَدٌ, dan dia adalah Isim Maf’ul dari kata kerja أَفْرَدَ – يُفْرِدُ - إِفْرَادًا yang artinya adalah menyisihkan/memisahkan/menyendirikan’. Jadi kesimpulannya bahwa arti kata Mufradat’ atau sebagian orang menulis Mufrodat’ adalah istilah yang digunakan untuk kosakata perbendaharaan kata yang ada di dalam bahasa Arab. Dan di dalam bahasa Inggris disebut Vocabulary’. Segala kata yang diucapkan untuk mengungkapkan sesuatu dalam bahasa Arab adalah Mufradat. Kata sendiri di dalam bahasa Arab disebut kalimah كَلِمَةٌ جـ كَلِمَاتٌ. Dan kata di dalam bahasa Arab dibagi menjadi 3 tiga ISIM Kata Benda adalah setiap kata yang digunakan untuk menamai manusia, binatang, tumbuhan, benda mati, dan yang lainnya. Contohnya مُوْسَى Musa. اِبْنٌ Anak laki-laki. فِيْلٌ Gajah. نَخْلَةٌ Pohon kurma. حَجَرٌ Batu. FI’IL Kata Kerja adalah setiap kata yang menunjukkan terjadinya suatu kegiatan atau aktivitas di waktu-waktu tertentu. Dan Fi’il juga terbagi menjadi 3 Fi’il Madhi فَعْلٌ مَاضٍ, yaitu kata kerja yang menujukkan terjadinya sesuatu di masa lampau. Contohnya قَرَأَ Membaca دَرَسَ Belajar كَتَبَ Menulis أَكَلَ Makan رَأَى Melihat Fi’il Mudhari فِعْلٌ مُضَارِعٌ, yaitu kata kerja yang menujukkan terjadinya sesuatu di masa sekarang atau masa depan. يَقْرَأُ Membaca يَدْرُسُ Belajar يَكْتُبُ Menulis يَأْكُلُ Makan يَرَى Melihat Fi’il Amar فِعْلُ الأَمْرِ, yaitu kata kerja yang menujukkan terjadinya sesuatu di masa depan, atau lebih sederhananya adalah kata perintah. اِقْرَأْ Membaca اُدْرُسْ Belajar اُكْتُبْ Menulis كُلْ Makan رَ Melihat HARF Kata Sambung, yaitu setiap lafazh yang tidak muncul maknanya secara sempurnya melainkan bersama selainnya. Contohnya إِنَّ لَكِنْ وَ مِنْ لَا Baca juga Huruf Jar, Pengertian dan Contoh-Contohnya. Pemberian Mufradat di awal masa-masa pembelajaran bahasa Arab adalah hal yang sering dilakukan oleh madrasah diniyah atau pesantren. Karena mengenal kosakata merupakan tahapan pertama untuk mengenal suatu bahasa sebelum tahapan berikutnya, yaitu merangkai kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat sempurna الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ walaupun sederhana. Demikian penjelasan singkat tentang definisi Mufradat dan beberapa contohnya. Semoga yang ringan ini bisa memberikan manfaat yang besar. Kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih atas dukungan, support, dan kunjungannya. Baarakallahu fiikum, wa jazaakumullahu khairan.
arti kata secara mufradat berarti mengartikan suatu ayat menurut